Selamat Datang di Bali

Terkirim Oktober 21, 2008 oleh madegubug
Kategori: Lain-lain

Welcome to Bali

Selamat datang dan terima kasih kami ucapkan, karena telah bersedia berkunjung ke blog ini.

Blog ini kami hadirkan sebagai sebuah alternatif informasi, bagi anda yang mempunyai rencana untuk berkunjung ke Bali, dan tidak atau belum mempunyai pemandu atau sopir dan kendaraan saat berada di Bali.

Kami menghadirkan paket perjalanan dengan harga terjangkau dan fasilitas yang memadai selama anda berwisata di pulau Bali. Dengan biaya per hari mulai dari Rp 375.000, anda sudah bisa menikmati paket wisata ke beberapa tempat menarik di pulau dewata.

Harga ini sudah termasuk :

- Mobil termasuk bahan bakar dengan AC
- Sopir berpengalaman
- Bisa untuk keluarga atau rombongan maksimal 6 orang
- Perjalanan sekitar 8-10 jam

Made Suartanaya di Bedugul
Rafting di Sungai Ayung

Untuk melakukan pemesanan, anda bisa mengirim email ke madegubug@yahoo.com atau hubungi kami di nomor telephone di bawah ini.

Demikian semoga informasi ini berguna bagi anda.

Terima kasih dan salam,

I Made Suartanaya (made gubug)

HP. 081 236 44337  atau Flexi (0361)995 8531

Made dengan tamu di Tampak Siring

Made dan tamu di Pengambengan

Pantai Lovina

Terkirim Februari 27, 2010 oleh madegubug
Kategori: Pantai

Lovina atau sering juga disebut Pantai Lovina merupakan salah satu kawasan wisata laut yang terdapat di bagian utara Pulau Bali. Pantai yang terletak di Lovina di daerah Bali Utara ini memang menarik karena masih relatif alami. Salah satu keunikan di pantai ini adalah Anda bisa menyaksikan aksi lumba-lumba liar yang terdapat di laut.

Lovina terletak di Bali Utara di pesisir utara Pulau Bali tepatnya sekitar 10 km arah barat Singaraja. Pantai Lovina berada di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Karena itu, kadang orang menyebutnya sebagai kawasan wisata Kalibukbuk.

Pantai Lovina yang berpasir hitam ini masih alami sehingga menarik dikunjungi. Yang menarik di Pantai Lovina adalah perjalanan ke tengah laut di perairan Lovina. Anda dapat menjumpai lumba-lumba di perairan Lovina yang terletak sekitar 1 kilometer dari bibir pantai. Laut Bali yang berada di perairan Lovina relatif tenang sehingga Anda bisa berwisata di laut tersebut dengan menggunakan perahu nelayan.

Kawasan Lovina terkenal terkenal sebagai tempat untuk menyaksikan pertunjukkan lumba-lumba liar. Anda dapat langsung menyaksikan tingkah laku yang lucu dan bersahabat dari lumba-lumba langsung di tengah laut. Tentu ini akan menjadi pengalaman liburan yang menarik untuk Anda. Di kawasan Lovina terdapat ratusan ekor lumba-lumba.

Untuk bisa melihat atraksi lumba-lumba liar, Anda harus berangkat pagi sekali saat matahari akan terbit. Mengapa? Karena lumba-lumba di kawasan ini hanya muncul antara pukul 6 pagi hingga 8 pagi. Pada jam itu, puluhan lumba-lumba akan beratraksi secara alami menunjukkan kegiatan mereka. Ada yang sekadar berenang di permukaan air, ada juga yang melompat-lompat. Tentu hal ini akan membuat takjub akan keindahan binatang laut berwarna hitam tersebut.

Biasanya para wisatawan sudah berkumpul di pantai sekitar pukul 5.30 WITA untuk berangkat ke tengah laut. Anda bisa menyewa perahu nelayan yang memang disediakan untuk perjalanan tersebut. Perjalanan dimulai dengan menggunakan perahu kecil yang hanya bisa mengangkut maksimal 4 orang selain sang nelayan. Perahu akan membawa Anda sekitar satu hingga dua kilometer ke arah tengah laut ke tempat biasanya lumba-lumba akan muncul.

Selama perjalanan, Anda bisa melihat-lihat pemandangan laut yang luas dan seraya perahu menjauhi daratan, Anda bisa melihat daratan Lovina dari kejauhan seperti siluet. Setelah sampai di tengah laut, sang nelayan akan menyusuri ke tempat biasanya lumba-lumba akan muncul. Dan apabila ada sekelompok lumba-lumba yang melompat, sang nelayan akan memberitahu perahu-perahu lain di sekitarnya sehingga perahu-perahu tersebut akan menambah kecepatan untuk mengejar sekelompok lumba-lumba itu.

Tentu anda dapat merekam sewaktu lumba-lumba tersebut berlompatan di tengah laut. Ada juga para wisatawan yang tidak bisa melihat lumba-lumba tersebut. Hal ini tergantung dari faktor alam juga seperti pasangnya air laut, arah angin, dan tentu saja keberuntungan anda untuk dapat melihat lumba-lumba liar tersebut. “Pengejaran” ini akan berlangsung kira-kira 3 jam. Namun, apabila Anda sudah merasa mual karena mabuk laut Anda tidak perlu ragu ragu untuk memberitahu sang nelayan untuk kembali ke daratan.

Seraya perjalanan kembali ke daratan, Anda bisa menikmati pemandangan sepanjang pantai Lovina dengan jelas karena matahari sudah bersinar dengan terangnya. Anda juga dapat menikmati wisata taman laut di perairan Lovina.

Di kawasan Lovina, Anda juga dapat menyelam atau snorkeling untuk menikmati keindahan laut di pantai tersebut. Anda dapat menjumpai beragam ikan hias yang cukup ramah untuk mendatangi para penyelam. Memang taman laut di Lovina tidak seindah taman laut lainnya di Indonesia. Namun, Anda akan cukup senang bermain-main dengan ikan hias di perairan ini.

Di pinggir pantai, Anda juga dapat menemukan berbagai kulit kerang yang beraneka ragam. Tentu Anda bisa mengambilnya untuk koleksi hiasan dan cindera mata yang alami dan menarik.

Di kawasan Lovina terdapat banyak penginapan dengan harga terjangkau. Ada juga penginapan yang menyediakan atraksi lumba-lumba yang terlatih maupun kebun binatang mini di dalam penginapan tersebut. Anda bisa memilih berbagai penginapan dari penginapan sederhana hingga cottage.

Dari Denpasar ke Lovina, Anda bisa melewati Bedugul lalu ke Singaraja dan menuju Lovina. Anda juga bisa melewati rute Bedugul lalu Seririt dan ke Lovina. Anda bisa menempuh perjalanan melewati kedua rute tadi sekitar 2 jam perjalanan. Namun, rutenya melewati jalur yang naik-turun dan berkelok-kelok. Rute lain adalah melewati Gilimanuk lalu ke Lovina yang bisa ditempuh dalam waktu hampir 4 jam. Jalur ini relatif lurus dan nyaman meski membutuhkan waktu perjalanan yang lebih lama.

Pantai Lovina

Pantai Lovina tentu bisa menjadi tujuan wisata Anda. Banyak hal menarik yang bisa Anda temui di sini seperti melihat pertunjukkan lumba-lumba liar di tengah laut, maupun taman laut dengan beragam ikan hias. Apalagi jika Anda sedang mengunjungi kawasan Singaraja, maka sempatkan diri Anda mampir ke Lovina dan menginap setidaknya satu hari di sana untuk menyaksikkan atraksi lumba-lumba pada pagi-pagi sekali.

Pantai Nusa Dua

Terkirim Februari 26, 2010 oleh madegubug
Kategori: Pantai

Nusa Dua di Bali merupakan tempat paling ekslusif. Disebut ekslusif karena di area ini terdapat semua hal yang dibutuhkan oleh sebuah tempat wisata, seperti pantai lengkap dengan olahraga airnya, restoran dengan menu yang lengkap dan bervariasi dan tidak ketinggalan tempat menginap atau hotel yang sangat nyaman.

Khusus untuk pantainya, pengunjung bisa menikmati paronama terbaik di Nusa Dua dengan berjalan-jalan di pantai yang menjadi bagian dari area ini. Pantai Nusa Dua sepanjang kurang lebih 5 km, dan merupakan halaman belakang dari hotel-hotel kelas dunia seperti Melia Bali Villas Spa Resort, Inna Putri Bali, Novotel Nusa Dua, dsb.

Disepanjang pantai ini, pengunjung bisa menyaksikan 2 pemandangan sekaligus yang sangat cantik. Satu sisi merupakan pemandangan lepas pantai dan garis laut yang sangat indah, satu sisi lainnya pemandangan hotel-hotel megah yang berdiri berderet disepanjang pantai. Untuk bisa menginap disalah satu hotel yang ada diarea ini, setidaknya siapkan budget lebih untuk mewujudkannya.

Disana sepanjang pantai oleh pihak pengelola sudah dibangun semacam jalan kecil bagi para pejalan kaki untuk melewatinya. Ini untuk memudahkan para pengunjung pantai menyusuri pantai. Namun sepertinya pengunjung tidak sebebas seperti yang diinginkan, karena beberapa pihak hotel tidak suka ada pengunjung diluar tamu mereka yang berkeliaran disekitar kawasan pantai mereka.

Pantai Sanur

Terkirim Februari 26, 2010 oleh madegubug
Kategori: Pantai

Pantai Sanur adalah salah satu pantai yang menarik di Pulau Bali. Pantai ini memiliki panjang 3 kilometer dengan garis pantai menghadap ke timur. Pantai Sanur terkenal dengan pantainya yang berwarna putih bersih dan lembut. Disamping itu, pantai Sanur merupakan pantai yang berbatu karang sehingga memiliki kelebihan tersendiri.

Kawasan pantai Sanur merupakan alternatif bagi para turis lokal maupun mancanegara yang ingin menghindari nuansa hiruk pikuk seperti Kuta, Legian atau Seminyak. Di area ini ketenangan dan kenyamanan adalah prioritas utama. Bagi yang suka menikmati matahari terbit (sunrise) maka Sanur adalah tempat yang sangat tepat.

Seperti halnya terutama di area Nusa Dua, di Sanur juga terdapat hotel-hotel kelas dunia. Disini berdiri Hyatt Sanur Bali, Sanur Beach Hotel, Mercure Resort Sanur, Grand Bali Beach yang memiliki lapangan golf di areal hotelnya. Selain itu sebagian besar semua hotel berbintang yang ada di Sanur bisa dipastikan memiliki pantai sendiri (private beach) di bagian belakang hotel. Jadi kehidupan kelas dunia dengan tinggal di hotel-hotel bertarif mahal masih bisa Anda dapatkan di kawasan Sanur.

Pantai Kuta

Terkirim Februari 26, 2010 oleh madegubug
Kategori: Pantai

Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan kota Denpasar. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai sanur (sunrise beach).

Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.

Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula.

Museum Le Mayeur

Terkirim Februari 26, 2010 oleh madegubug
Kategori: Musium

Nama Le Mayeur diambil dari nama seorang Pelukis andrien Jean Le Mayeur De Merpres yang lahir pada tanggal 9  Februari 1880 di Ixelles, Brussel, anak bungsu dua bersaudara dari ayah Andrien Le Mayeur De Merpres dan Ibu Louise Di Bosch. Pendidikan terakhirnya di Perguruan Tinggi Politeknik di Universitas Libre, Brussel dan bergelar Insinyur bangunan tetapi lebih menekuni bidang seni lukis.

Dalam meniti karirnya sebagai pelukis, Le Mayeur kemudian melanglang buana ke berbagai belahan  dunia seperti Perancis, Italia, Maroko, Tunisia, Aoljazair, India, Thailand, Kanboja, Tahiti dan akhirnya ke Bali.  Le Mayeur menginjakkan kaki pertama di Bali pada tahun  1932 melalui jalan laut dan mendarat di Singaraja kemudian melanjutkan perjalanan ke Denpasar, dengan menyewa sebuah rumah di Desa Kelandis.  Di tempat inilah kemudian Le Mayeur berkenalan dengan seorang penari Legong bernama Ni Nyoman Pollok kelahiran 03 Mart 1917.  Kecantikan dan keanggunan Ni Pollok  waktu menari menggugah hati Le Mayeur untuk menjadikan Ni Pollok menjadi  model dalam lukisannya. Seiring dengan perjalanan waktu hubungan Le Mayeur dengan Ni Pollok semakin intim dan berlanjut ke jenjang pernikahan. Ni Pollok sebagai seorang istri menghendaki keturunan tapi Le Mayeur menolak alasannya karena Ni Pollok tatap sebagai model. Hal ini akan merusak keidnahan tubuhnya jika hamil. Dari berpameran di Singapura , Le Mayeur kemudian membeli sebidang tanah seluas 20,6 are di Pantai Sanur. Di tempat ini kemudian Le Mayeur membangun rumah. Ruang induk terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, studio, kamar tidur dan kamar mandi.

Ketenaran Le Mayeur makin lama makin meningkat. Hal ini terbukti dengan banyaknya kunjungan-kunjungan dan bahkan dari pejabat tinggi negara seperti Presiden RI pertama Ir. Soekarno, Perdana Menteri India Pandir Jawaharlal Nehru dan lain-lain. Pada tahun 1956 Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan RI yaitu Bahder Djohan berkunjung ke rumah Le Mayeur. Beliau sangat terkesan dengan karya seni Le Mayeur, dan mencetuskan gagasan untuk menjadikan rumah tinggal Le Mayeur sebagai museum agar karya seninya dapat dilestarikan. Gagasan ini disambut baik oleh Le Mayeur maka pada tanggal 28 Agustus 1957 dengan akte hadiah nomor 37 Lke Mayeur menghadiahkan hak miliknya kepada Ni Pollok dan pada hari yang sama Ni Pollok sebagai pewaris selanjutnya mempersembahkan kepada Pemerintah Indonesia berdasarkan akte hadiah nomor 38.

Pada awal tahun 50-an, kondisi kesehatan Le Mayeur mulai menurun dan pada bulan Maret 1958 Le Mayeur berobat ke Belgia didampingi istrinya. Pada tanggal 27 Mei 1958 Le Mayeur Sang Maestro ygn berusia 78 tahun itu meninggal dunia dan jenasahnya dimakamkan di pemakaman keluarga Ixelles, Brussel. Pengelolaan selanjutnya dialkukan oleh Ni Pollok. Pada tanggal 27 Juli 1985 Ni Pollok meninggal dunia, maka perusahaan seni lukis ditinggalkannya kini milik Pemerintah Indonesia yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Propinsi Bali. Rumah  beserta isinya sekarang menjadi Museum Le Mayeur.

Museum Puri Lukisan

Terkirim Februari 26, 2010 oleh madegubug
Kategori: Musium

Museum Puri Lukisan terletak sekitar 200 meter dari Puri Saren, dipisahkan oleh sebuah lembah kecil, naik ke sebidang dataran yang luas dengan pemandangan yang sangat indah.

Situasi yang tenang dan jauh dari keramaian merupakan tempat yang cocok bagi mereka yang ingin melihat dan menikmati hasil seni para seniman besar seperti I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Nyana, Anak Agung Gde Sobrat, I Gusti Made Deblog, Mr.Rudolf Bonnet,Walter Spies dan lain sebagainya

Museum ini di buka pada tahun 1956 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Moh.Yamin. Museum ini terdiri dari tiga bangunan utama berbentuk U, di tengah-tengah adalah taman museum dan kolam dengan bunga tunjung yang indah. Bangunan 1 adalah tempat pameran tetap untuk lukisan bergaya wayang atau wayang style, lukisan-lukisan dari I Gusti Nyoman Lempad dan penjelasan mengenai keberadaan organisasi Pita Maha. Bangunan II juga tempat pameran permanen atau tetap dari hasil karya pelukis yang bergaya Young Artists atau Young Artist Style, hasil karya yang bergaya Modern Tradisional Balinese Style. Bangunan III, bangunan ini adalah untuk pameran yang temporary atau Temporary Exhibition.

Museum Bali

Terkirim Februari 26, 2010 oleh madegubug
Kategori: Musium

Museum ini merupakan museum tertua di Bali dan merupakan pemicu kehadiran museum-museum lainnya. Berdasarkan atas koleksinya, jenis museum ini termasuk museum ethnografi koleksinya meliputi benda-benda budaya perlengkapan hidup dan perlengkapan upacara adat / agama masyarakat Bali dari sejak dulu sampai sekarang. Kebudayaan Bali memiliki karakter unik yang dilandasi oleh perkembangan sejarah, agama dan aspek lainnya. Strukturnya terdiri dari beberapa unsur baudaya yaitu unsur Bali asli (Bali Kuno) dengan agama Budha dan Hindu yang telah luluh menjadi satu membenduk kebudayaan Bali sekarang.

Museum ini didirikan beberapa tahun setelah kerajaan Badung diduduki Belanda yaitu tahun 1910 atas prakarsa dan dorongan Residen Belanda bernama W.F.I.Kroon yang dalam pengembangannya dibantu oleh arsitek Jerman yaitu Curt Griindler dan beberapa undagi (ahli seni bangunan tradisional Bali) diantaranya I Gusti Ketut Gede Kandel, I Gusti Ketut Rai, dan I Gusti Alit Ngurah yang desainnya merupakan perpaduan antara seni bangunan pura dan puri yang merupakan tempat tinggal kaum ningrat. Selesai pembangunannya tahun 1929 dan secara resmi dibuka tanggal 8 Desember 1932.
Para sarjana Barat yang ikut membantu membangun museum ini adalah Dr.W.F.Stuterhein, Dr.R.Goris, Walter Spies dan Dr.TH.A.Resink.

Pada dasarnya seni banguan tradisional Bali baik banguan suci, rumah tempat tinggal selalu berdasarkan pada perencanaan dan pola arsitektur tradisional yang berakar pada agama mereka. Seperti halnya museum ini pelatarannya dibagi atas 3 bagian pokok yaitu halaman luar, halaman tengah dan halaman dalam. Masing-masing halaman dihubungkan dengan candi (pintu gerbang).

Museum ini terdiri dari beberapa banguan utama yaitu :

  1. Gedung Tabanan yang merupakan sumbangan dari Kerajaan Tabanan pada masa jaman penjajahan dulu dan mengambarkan seni bangunan khas Bali Selatan
  2. Gedung Karangasem, sebagai bangunan contoh nyata dari seni bangunan tradisional Bali Timur. Bangunan ini merupakan sebuah gedung “penangkilan” artinya gedung tempat raja dihadap oleh para pungawanya.
  3. Gedung Buleleng, merupakan sumbangan pemerintah Kabupaten Buleleng atau lebih dikenal dengan nama Singaraja. Gedung ini khusus melambangkan seni bangunan Bali Utara.
  4. Bangunan tempat pameran dan kegiatan lainnya.

Pura Tanah Lot

Terkirim Februari 26, 2010 oleh madegubug
Kategori: Pura di Bali

Pura Tanah Lot ini terletak di Pantai Selatan Pulau Bali yaitu di wilayah kecamatan Kediri, Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan, yang pembangunannya erat kaitannya dengan perjalanan Danghyang Nirartha di Pulau Bali. Di sini Danghyang Nirartha pernah menginap satu malam dalam perjalanannya menuju daerah Badung dan kemudian ditempat inilah oleh orang-orang yang pernah menghadap kepadaDanghyang Nirartha dibangun bangunan suci (Pura atau Kahyangan) sebagai tempat memuliakan dan memuja Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa ) untuk memohon kemakmuran dan kesejahteraan.

Pura atau Kahyangan ini diberi nama “Pura Pekendungan” yang sekarang lebih dikenal dengan “ Pura Tanah Lot” sebagai salah satu penyungsungan jagat,. Sekarang Pura atau Kahyangan ini sangat terkenal diseluruh Nusantara, malahan tidak mustahil diseluruh dunia, karena merupakan salah satu obyek wisata di pulau Bali yang sering memperoleh kunjungan. . Mereka yang berkunjung ke Pura atau Kahyanagn ini bukan saja wisatawan domestik, akan tetapi tidak jang juga wisatawan dari Luar Negeri.

Pura Tanah Lot

Image

Bagaimana ikwal perjalanan Danghyang Nirartha tatkala berkeliling di Pulau Bali dan sampai ditempat ini, dapat dijumpai didalam Dwijendra Tatwa yang menguraikan dan dapat disarikan sebagai berikut : Pada suatu waktu Danghyang Niratha datang kembali ke Pura Rambut Siwi di dalam perjalanan beliau kelilling pulau Bali, dimana dahulu tatkala beliau baru tiba di Bali dari Brambangan (Blambangan) pada sekitar tahun icaka 1411 atau tahun 1489 M beliau pernah singgah di tempat ini. Setelah berada di Pura Rambut Siwi untuk beberapa lama, kemudian beliau melanjutkan perjalanannya menunju arah Purwa (Timur) dan sebelum berangkat paginya Danghyang Niratha melakukan sembahyang “Surya Cewana” bersama orang-orang yang ada disana. Sesudah menyiratkan (memercikkan )tirtha terhadap orang orang yang ikut melakukan persembahyangan , lalu Danghyang Nirartha kelaur daridalam Pura Rambut Siwi berjalan menuju arah ke Timur. Perjalanan beliau ini menyusuri pantai Selatan pulau Bali dengan diiring oleh beberapa orang yang teraut cinta bhaktinya kepada Danghyang Nirartha.

Dalam perjalannya ini Danghyang Nirartha dapat menyaksikan bagaimana deburan ombak laut menerpa pantai menambah keindahan alam yang sangat mengasyikkan. Terbayang oleh beliau bagaimana kebesaran Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa ) yang telah menciptakan alam semesta dengan segala isinya yang dapat membrikan kehidupan bagi manusia. Dalam hati beliau Dangyang Nirartha membisikkan bahwa menjadi bahwa menjadi kewajiban setiap makluk di dunia ini terutama manusia untuk menyampaikan parama sukmaning idep terhadap sanghyang Wudhi Wasa ( Tuhan Yang Maha Esa ) karena beliau telah berkenan menciptakan segalanya itu. Karena asyik memperhatikan dan memandang keindahan alam dengan segala isinya, sampai –sampai Dangyang Nirartha tidak merasakan kelelahan didalam perjalanan beliau ini.

Sebagaimana biasanya di dalam perjalanan Danghyang Nirartha senantiasa membawa lontar dan pengrupak (pisau raut untuk menulis pada daun lontar ) sehingga apa-apa yang diangap penting baik yang dilihat maupun yang dirasakan kemudian disusun dalam bentuk kekawin atau gubahan lainnya. Demikian pula mengenai perjalanannya dari Pura Rambut Siwi ini, sehingga karena asyiknya beliau memperhatikan serta memandang dan memikirkan segala sesuatu yang dipandang penting dan akan digubah, tahu-tahu Danghyang Niratha sudah sampai pada suatu tempat di pantai Selatan dipantai Selatan pulau Bali. Di pantai ini terdapat sebuah pulau kecil yang terdiri dari tanah parangan ( tanah keras) dan disinilah Danghyang Nirartha berhennti dan beristirahat.

Tidak antara lama Dangyang Nirartha beristirahat disana,maka berdatanganlah kesana para nelayan untuk menghadap kepada Danghyang Nirartha sambil membawa berbagai persembahan untuk diaturkan kepada beliau. Kemudian setelah sore hari, paranelayan tersebut memohon kepada Danghyang Nirartha agar beliau berkenan bermalam dipondok mereka masing- masing, namun permohonannya ini semua ditolak oleh Danghyang Nirartha, karena beliau lebih senang bermalam di pulau kecil itu. Disamping hawanya segar, juga pemandangannya sangat indah dan dari sana belaiu dapat melepaskan pandangan secara bebas kesemua arah.

Pada malam harinya sebelum Danghyang Nirartha beristirahat, beliau memberikan ajaran-ajaran seperti agama,susila da ajaran kebajikan lainnya kepada orang-orang yang datang menghadap ke sana.. Tatkala itu Danghyang Nirartha menasehatkan kepada orang-orang itu untuk membangun Parhyangan ( Pura atau Kahyangan ) disana karena menurut getaran bhatin beliau yang suci serta petunjuk gaib bahwa tempat itu baik untuk tempat memuja Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang maha Esa ) . dari tempat ini kemudian rakyat dapat memuja kebesaran sanghyang Widhi Wasa ( Tuhan YangMaha Esa ) untuk memohon wara nugrahaNya keselamatan dan kesejahteraan dunia.

Demikian antara lain nasehat Danghyang Nirartha kepada orang-orang yang mengahadap pada malam hari itu, yang akhirnya sesudah Danghyang Nirartha meninggalkan tenpat itu, kemudian oleh orang-orang tersebut dibangunlah sebiuah bangunan suci ( Pura atau Kahyangan ) yang diberi nama “Pura Pakendungan “ yang kini lebih dikenal dengan sebutan “Pura Tanah Lot “.

Pura Luhur Uluwatu

Terkirim Februari 26, 2010 oleh madegubug
Kategori: Pura di Bali

Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kuta, Badung.

Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari Abad 11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali di akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah/Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.

Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.

Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang erat kaitannya dengan pura induk. Pura pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hari-hari piodalan-nya. Piodalan di Pura Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dewa Rudra.

Pura Uluwatu juga menjadi terkenal karena tepat di bawahnya adalah pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga surfing, bahkan event internasional seringkali diadakan di sini. Ombak pantai ini terkenal amat cocok untuk dijadikan tempat surfing selain keindahan alam Bali yang memang amat cantik.

Pura Besakih

Terkirim Februari 26, 2010 oleh madegubug
Kategori: Pura di Bali

Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem. Komplek Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat (Pura Penataran Agung Besakih) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Di Pura Basukian, di areal inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal Agama Hindu Dharma sekarang di Bali, sebagai pusatnya.

Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di komplek Pura Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca atau candi utama simbol stana dari sifat Tuhan Tri Murti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur/Reinkarnasi.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.